Pelepasan Siswa Kelas XII SMK PGRI 3 Badung Tahun Pelajaran 2013/2014

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Badung, Drs. I Ketut Widia Astika, MM. memberikan apresiasi kepada SMK PGRI 3 Badung, karena berhasil meraih kelulusan 100 persen pada Ujian Nasional (UN). Tidak hanya lulus 100 persen, nilai rata-rata siswa juga meningkat.

Apresiasi itu diberikan Widia Astika pada prosesi perpisahan / pelepasan kelas XII SMK PGRI 3 Badung di Nikki Hotel Denpasar, Sabtu (24/5). Keberhasilan buah manis yang dipetik SMK PGRI 3 Badung juga karena peran media massa, masyarakat dan pemerintah. Media tidak menakut-nakuti peserta UN, dan selain itu juga didukung pemantapan provinsi dan kabupaten.

Disdisdikpora Badung terus berupaya untuk meningkatan pendidikan di Badung. “SMK PGRI 3 Badung berprestasi bidang akademik saja , tetapi juga di non akademik”, ujar Widia Astika, oleh karena itu tambahnya, prestasi yang telah dikantongi agar dipertahankan bahkan ditiingkatkan.

Widia Astika juga mengakui kendati usia SMK PGRI 3 masih muda, dan mampu melakukan inovasi untuk kebutuhan lulusan dunia usaha dan industri (Du/ Di). ”lulusan tahun 2014, 80% sudah memperoleh pekerjaan sehingga institusi ini sudah mampu membuktikan diri pada masyarakat,” tutur Widia Astika.

Sementara itu kepala SMK PGRI 3 Badung Drs. I Made Tambun menjelaskan bahwa SMK PGRI 3 Badung bukan hanya meraih 100% tetapi nilai UN juga meningkat. Peningkatan itu karena guru-guru telah berupaya maksimal untuk yang terbaik sehingga SMK PGRI 3 Badung mencetak lulusan yang optimal. Dari 119 siswa kelas XII, Putu Wulandari rangking tertinggi 36,26. Rangking kedua Riski Utami 35,89 dan siswa ini menyabet nilai UN mata pelajaran matematika 10,00. Sedangkan urutan ke-3 Ni Wayan Yuliantini dengan nilai yang diraih 34,84.

Melalui nilai UN tersebut maka ketiga siswa langsung diterima sebagai karyawan di hotel tanpa lamaran. SMK PGRI 3 Badung merupakan bagian penting pada segi The Best Way to Success atau jalan terbaik menuju sukses. Namun kata Tambun, jangan puas dengan keberhasilan saat ini tetapi harus terus meningkatkan diri.

Untuk spirit melayani serta bekerja keras harus tetap terpatri dalam diri guru-guru,sehingga mampu berkompetitif di era globalisasi. Pada era globalisasi tenaga kerja asing bebas bekerja di Indonesia, untuk itu SMK PGRI 3 selalu memperhitungkan tentang kompetitif untuk kepentingan masa depan lulusan.

Saat ini SMK PGRI 3 baru berusia 4 tahun, tetapi sudah mulai mampu berkompetitif. Drs. I Made Tambun dan jajarannya juga fokus pada peningkatan mutu, karena mutu tidak bisa ditawar-tawar, terlebih telah diberlakukan kurikulum 2013. Selain itu pembangunan karakter juga ditingkatkan, karena di Du/ Di sikap serta disiplin sangat menentukan.

Leave us a Comment